Pages

Friday, 16 January 2015

PERBEDAAN KERAMIK, GRANIT, DAN MARMER

Keramik
Setiap material pasti memiliki karakter yang khas. Dengan mengenal kekurangan dan kelebihannya akan membantu Anda dalam mengaplikasikannya dan bisa terlihat keunggulannya. Tetapi jika Anda salah mengaplikasikannya maka bisa rusak atau pun kotor. Berikut perbedaan yang bisa membantu Anda.

Granit
MATERIAL
KEKURANGAN
KELEBIHAN
GRANIT
Warna tidak bisa sama persis
Ukuran max 100 x 100 cm

Diperlukan alat pemotong yang khusus karena material ini keras dan tebal
Sambungan nat lebih tipis dan bisa terlihat menyatu

Harga relatif mahal
Memiliki kesan yang mewah

Perlu melakukan perawatan ekstra

MARMER
Warna tidak bisa sama karena diambil dari alam
Memiliki kesan yang mewah

Perlu alat pemotong khusus
Tidak ada batasan ukuran

Harga lebih mahal dibanding keramik
Ruangan jadi terkesan “dingin” dan luas

Perlu dipoles setelah dipasang
Nat lebih kecil dari granit

Sulit dibersihkan jika terkena kotoran

KERAMIK
Ukuran tidak sebesar marmer dan granit
Mudah dipotong

Nat lebih besar dibanding granit dan marmer
Mudah dibersihkan


Banyak variasi warna, ukuran, motif dan tampilan. Bahkan bisa menyerupai batu alam, besi, kaca, besi, bambu, dan sebagainya


Mudah dan cepat dalam pemasangan


Harga lebih terjangkau

Marmer
Image Source from Google

Thursday, 15 January 2015

5 TIPS MUDAH MEMBELI KERAMIK

Anda sedang merenovasi? Atau sedang membangun rumah? Keramik salah satu barang yang ada dalam daftar belanja Anda. Tapi tahukah Anda bahwa orang seringkali salah membeli keramik? Dari salah pemilihan motif hingga pembelian yang terlalu banyak. Sayangnya pembelian keramik yang sudah Anda beli, tentu tidak bisa dikembalikan. Persiapan sebelum belanja memiliki peranan yang sangat penting sebelum Anda membeli untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak Anda inginkan. 

Berikut tips mudah yang bisa Anda lakukan:

1.     Penempatan

Hati-hati dalam melakukan pemilihan keramik. Anda perlu ketahui area penempatan keramik karena setiap area memiliki tipe keramik yang berbeda. Keramik untuk area basah berbeda dengan keramik untuk area publik. Area basah seperti dapur dan kamar mandi sedangkan untuk area publik seperti carport dan teras memiliki spesifikasi yang berbeda. Tanyakan atau sampaikan kebutuhan keramik Anda kepada petugas toko supaya mereka bisa membantu Anda dalam memilih keramik yang tepat.

2.     Jumlah

Supaya tidak kelebihan membeli keramik, ada baiknya Anda menghitungnya terlebih dahulu. Caranya sangat mudah. Ukur luas (panjang x lebar) lantai atau dinding yang ingin Anda taruh keramik. 1 dus keramik berisi 1 m². Hasil luas yang Anda dapatkan dibagi dengan 1 dus keramik. Anda juga perlu membeli tambahan keramik untuk cadangan. Biasanya dibutuhkan jika Anda ingin mengganti atau jika keramik pecah saat pemasangan.

3.     Tema Ruang

Setiap ruangan yang dibangun biasanya memiliki tema yang spesifik. Nah, supaya tidak salah dalam memilih motif dan warna keramik, ada baiknya Anda bertanya kepada desainer atau arsitek sehingga Anda terhindar dari kesalahan dalam memilih keramik. Contoh tema yang ada pada umumnya, seperti keintiman di ruang tidur, kesegaran di teras, dan keintiman di ruang tidur.

4.     Budget

Disiplin dengan anggaran merupakan hal yang penting dalam merenovasi atau membangun rumah. Jangan sampai budget pembelian keramik yang berlebihan membuat Anda jadi sulit untuk membeli material lain karena terpakai. Anda bisa menghematnya dengan menentukan di area mana saja yang dibutuhkan untuk ditutup keramik dan untuk area lainnya, Anda bisa memberikan alternatif lain selain keramik, yang bisa saja lebih bagus dan lebih murah dibandingkan menggunakan keramik.

5.      Kualitas

Jika Anda awam dengan produk keramik yang memiliki kualitas yang bagus, Anda bisa cek di internet sebelum membeli atau menanyakan ke petugas toko. Pada umumnya, petugas toko atau orang yang berpengalaman akan menyarakan Anda untuk memilih produk teratas. Setiap produk keramik yang berkualitas memiliki standar produksi dan memiliki kemampuan untuk mengekspor keramiknya. Produsen yang seperti ini jarang sekali menjual keramik dengan kualitas nomor dua karena biasanya di setiap kemasannya akan diberi tanda lolos uji kualitas.

Mudah bukan? Saatnya Anda membeli keramik :)

Image Source from Google

Wednesday, 14 January 2015

HAL PENTING MERENOVASI RUMAH VERTICAL

Perlu diingat setiap kali Anda memutuskan untuk melakukan renovasi rumah, pastikan untuk memperkuat struktur dan pondasi rumah Anda. Renovasi rumah bisa dilakukan dengan 2 pilihan yaitu vertical (perluas secara bertingkat) dan horizontal (memperluas ke arah samping).


Renovasi yang bersifat vertical perlu Anda perhatikan struktur dan pondasinya. Struktur rumah yang benar harus bisa menahan dan menampung beban mati dan beban hidup. Misalnya saat ini rumah Anda hanya 1 lantai maka kemungkinan besar struktur rumah Anda dirancang hanya untuk 1 lantai. Dan ketika Anda ingin merenovasi secara vertical maka Anda harus memperkuat agar bisa menampung beban ruang tambahan.

Caranya memperkuatnya adalah dengan mengganti struktur yang lama atau menambah struktur baru. Dan perbesar pondasi dengan cara menambah cord an besi di sekeliling pondasi yang berada di dalam tanah. Selamat merenovasi rumah! 

Image Source from Google

Tuesday, 13 January 2015

TIPS SEDERHANA MENCEGAH MELONJAKNYA BIAYA RENOVASI RUMAH

Perencanaan dana renovasi rumah merupakan hal yang penting untuk Anda persiapkan. Berikut pertimbangan yang bisa Anda lakukan untuk menekan biaya renovasi yang akan dikeluarkan:

    1.  Cari dan ketahui material alternative karena terkadang material alternative bisa lebih murah untuk Anda gunakan bahkan juga terkadang lebih cepat dalam proses pengerjaan. Pelajari dengan seksama dan lakukan perhitungan biaya secara total. Anda juga perlu menganalisa apakah material ini sesuai dengan cara dan pola hidup Anda dan keluarga.

2.    Mengekspos material merupakan salah satu pilihan untuk menekan biaya renovasi. Namun Anda perlu memperhatikan konsep ekspos ini sesuai dengan konsep bangunan, selera penghuni dan gaya hidup Anda dan keluarga.

3.    Buatlah konsep ruangan yang terbuka khususnya untuk rumah yang memiliki ukuran yang mungil atau minimalis. Rumah akan terasa lebih luas dan biaya yang dikeluarkan pun akan jauh berkurang karena tidak perlu membuat partisi.

Selamat membuat budget!


Image Source from Google

Monday, 12 January 2015

PELAT METAL: DAK SEKALIGUS PLAFON

Seperti Anda ketahui, ketika Anda memiliki lahan rumah yang terbatas, biasanya Anda akan menambah ruangan dengan bertingkat ke atas. Pada umumnya penambahan ruangan ini dimulai dengan cara membuat dak (membuat pelat lantai). Dak adalah landasan pijakan orang ketika berada di lantai atas. Tentunya material dan strukturnya harus kuat dan aman karena untuk menahan beban dari benda-benda di atasnya.


Seringkali orang membuat dak dengan cara cor konvensional dan pastinya sangat merepotkan dan membutuhkan waktu yang lama sehingga bisa mengganggu penghuni di lantai bawah. Hal ini dikarenakan membutuhkan pemasangan kayu untuk bekisting dan pengecoran beton.

PELAT METAL

Pelat metal bisa menjadi pilihan Anda karena lebih praktis dan terbuat dari baja ringan. Salah satu contoh produk materialnya adalah Floordeck FD-600 yang terbuat dari baja ringan yang kuat dengan ketebalan 0,75 mm dan lebar 600 mm. Bahkan panjang pelat bisa dipesan sesuai kebutuhan. Namun disarankan panjang maksimalnya adalah 12 meter. Hal ini untuk emudahan pemasangan dan transportasi.

Keunggulan pelat metal ini karena bentuknya bergelombang dan memiliki tonjolan yang miring seperti “rusuk”. Tonjolan ini memberikan sifat monolit (kekuatan yang terintegrasi antara pelat metal dengan beton yang dicor di atasnya). Jadi pelat metal ini memiliki dua fungsi yaitu sebagai bekisting dan tulangan positif satu arah. Artinya, begitu pelat baja dicor dan mengering, maka beton akan menyatu dengan material baja, yang berfungsi juga sebagai tulangan yang kuat.

PRAKTIS DAN HEMAT

Tahukah Anda, dengan menggunakan pelat metal bisa menghemat hingga 1,5 juta rupiah per m²? Karena pemasangan pelat metal tidak banyak membutuhkan tiang bekisting, jika dibandingkan dengan dak beton konvensional. Perbandingannya, dengan pelat metal, jarak antar kayu bekisting hanya 2 meter sedangkan untuk pembuatan dak beton konvensional, jarak normalnya bisa mencapai 60 cm.

Contoh estimasi  biaya untuk membuat dak ukuran 2 x 4 m. Jika menggunakan cara konvensional bisa “menelan” biaya Rp 4.508.000 per m³. Sedangkan dengan menggunakan pelat metal, Anda hanya mengeluarkan biaya Rp 3.015.000,- per m³.

Anda pun bisa menjadikan dak sekaligus sebagai plafon dengan cara mengekspos bagian bawahnya, yang artinya, Anda biarkan tampilan aslinya tanpa perlu Anda melapisinya dengan material lain. Bagian inilah yang menjadi plafon untuk ruangan bawah. Tampilannya yang berupa metal bergelombang membuat kesan unik di ruangan Anda. Inilah sisi praktis dan penghematan yang bisa Anda lakukan.

DAK BETON KONVENSIONAL VS PELAT METAL

PENGERJAAN
PELAT METAL
DAK BETON KONVENSIONAL
Bekisting
Setiap 2 meter sehingga lebih hemat kayu
Setiap 60 cm
Tebal Cor Beton
12 cm
15 cm – 20 cm
Finishing
Bisa diekspos sebagai plafon
Bagian bawah ditutup gypsum untuk plafon

CARA PASANG PELAT METAL

Cara pasangnya pun sederhana. Setelah lembaran baja terpasang pada rangka struktur, Anda bisa melanjutkannya dengan memasang wiremesh di atas pelat metal untuk membuat pelat lantai. Kemudian lanjutkan pengerjaan dengan melakukan pengecoran. Tebal pelat lantai berkisar 12 cm. Hal ini dikarenakan beton mengisi pelat dan rongga, atau gelombang setebal 7 cm ditambah beton cor yang menutupi  wiremesh hingga setebal sekitar 5 cm.

Jika Anda masih bingung untuk penggunaan pelat metal, saat ini sudah ada produsen yang bisa Anda percayai. Produsen ini akan membantu Anda dalam mendesain dan menghitung kebutuhan materialnya secara tepat karena mereka memiliki software khusus.

Image Source from Google