Pages

Thursday, 15 January 2015

5 TIPS MUDAH MEMBELI KERAMIK

Anda sedang merenovasi? Atau sedang membangun rumah? Keramik salah satu barang yang ada dalam daftar belanja Anda. Tapi tahukah Anda bahwa orang seringkali salah membeli keramik? Dari salah pemilihan motif hingga pembelian yang terlalu banyak. Sayangnya pembelian keramik yang sudah Anda beli, tentu tidak bisa dikembalikan. Persiapan sebelum belanja memiliki peranan yang sangat penting sebelum Anda membeli untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak Anda inginkan. 

Berikut tips mudah yang bisa Anda lakukan:

1.     Penempatan

Hati-hati dalam melakukan pemilihan keramik. Anda perlu ketahui area penempatan keramik karena setiap area memiliki tipe keramik yang berbeda. Keramik untuk area basah berbeda dengan keramik untuk area publik. Area basah seperti dapur dan kamar mandi sedangkan untuk area publik seperti carport dan teras memiliki spesifikasi yang berbeda. Tanyakan atau sampaikan kebutuhan keramik Anda kepada petugas toko supaya mereka bisa membantu Anda dalam memilih keramik yang tepat.

2.     Jumlah

Supaya tidak kelebihan membeli keramik, ada baiknya Anda menghitungnya terlebih dahulu. Caranya sangat mudah. Ukur luas (panjang x lebar) lantai atau dinding yang ingin Anda taruh keramik. 1 dus keramik berisi 1 m². Hasil luas yang Anda dapatkan dibagi dengan 1 dus keramik. Anda juga perlu membeli tambahan keramik untuk cadangan. Biasanya dibutuhkan jika Anda ingin mengganti atau jika keramik pecah saat pemasangan.

3.     Tema Ruang

Setiap ruangan yang dibangun biasanya memiliki tema yang spesifik. Nah, supaya tidak salah dalam memilih motif dan warna keramik, ada baiknya Anda bertanya kepada desainer atau arsitek sehingga Anda terhindar dari kesalahan dalam memilih keramik. Contoh tema yang ada pada umumnya, seperti keintiman di ruang tidur, kesegaran di teras, dan keintiman di ruang tidur.

4.     Budget

Disiplin dengan anggaran merupakan hal yang penting dalam merenovasi atau membangun rumah. Jangan sampai budget pembelian keramik yang berlebihan membuat Anda jadi sulit untuk membeli material lain karena terpakai. Anda bisa menghematnya dengan menentukan di area mana saja yang dibutuhkan untuk ditutup keramik dan untuk area lainnya, Anda bisa memberikan alternatif lain selain keramik, yang bisa saja lebih bagus dan lebih murah dibandingkan menggunakan keramik.

5.      Kualitas

Jika Anda awam dengan produk keramik yang memiliki kualitas yang bagus, Anda bisa cek di internet sebelum membeli atau menanyakan ke petugas toko. Pada umumnya, petugas toko atau orang yang berpengalaman akan menyarakan Anda untuk memilih produk teratas. Setiap produk keramik yang berkualitas memiliki standar produksi dan memiliki kemampuan untuk mengekspor keramiknya. Produsen yang seperti ini jarang sekali menjual keramik dengan kualitas nomor dua karena biasanya di setiap kemasannya akan diberi tanda lolos uji kualitas.

Mudah bukan? Saatnya Anda membeli keramik :)

Image Source from Google

Wednesday, 14 January 2015

HAL PENTING MERENOVASI RUMAH VERTICAL

Perlu diingat setiap kali Anda memutuskan untuk melakukan renovasi rumah, pastikan untuk memperkuat struktur dan pondasi rumah Anda. Renovasi rumah bisa dilakukan dengan 2 pilihan yaitu vertical (perluas secara bertingkat) dan horizontal (memperluas ke arah samping).


Renovasi yang bersifat vertical perlu Anda perhatikan struktur dan pondasinya. Struktur rumah yang benar harus bisa menahan dan menampung beban mati dan beban hidup. Misalnya saat ini rumah Anda hanya 1 lantai maka kemungkinan besar struktur rumah Anda dirancang hanya untuk 1 lantai. Dan ketika Anda ingin merenovasi secara vertical maka Anda harus memperkuat agar bisa menampung beban ruang tambahan.

Caranya memperkuatnya adalah dengan mengganti struktur yang lama atau menambah struktur baru. Dan perbesar pondasi dengan cara menambah cord an besi di sekeliling pondasi yang berada di dalam tanah. Selamat merenovasi rumah! 

Image Source from Google

Tuesday, 13 January 2015

TIPS SEDERHANA MENCEGAH MELONJAKNYA BIAYA RENOVASI RUMAH

Perencanaan dana renovasi rumah merupakan hal yang penting untuk Anda persiapkan. Berikut pertimbangan yang bisa Anda lakukan untuk menekan biaya renovasi yang akan dikeluarkan:

    1.  Cari dan ketahui material alternative karena terkadang material alternative bisa lebih murah untuk Anda gunakan bahkan juga terkadang lebih cepat dalam proses pengerjaan. Pelajari dengan seksama dan lakukan perhitungan biaya secara total. Anda juga perlu menganalisa apakah material ini sesuai dengan cara dan pola hidup Anda dan keluarga.

2.    Mengekspos material merupakan salah satu pilihan untuk menekan biaya renovasi. Namun Anda perlu memperhatikan konsep ekspos ini sesuai dengan konsep bangunan, selera penghuni dan gaya hidup Anda dan keluarga.

3.    Buatlah konsep ruangan yang terbuka khususnya untuk rumah yang memiliki ukuran yang mungil atau minimalis. Rumah akan terasa lebih luas dan biaya yang dikeluarkan pun akan jauh berkurang karena tidak perlu membuat partisi.

Selamat membuat budget!


Image Source from Google

Monday, 12 January 2015

PELAT METAL: DAK SEKALIGUS PLAFON

Seperti Anda ketahui, ketika Anda memiliki lahan rumah yang terbatas, biasanya Anda akan menambah ruangan dengan bertingkat ke atas. Pada umumnya penambahan ruangan ini dimulai dengan cara membuat dak (membuat pelat lantai). Dak adalah landasan pijakan orang ketika berada di lantai atas. Tentunya material dan strukturnya harus kuat dan aman karena untuk menahan beban dari benda-benda di atasnya.


Seringkali orang membuat dak dengan cara cor konvensional dan pastinya sangat merepotkan dan membutuhkan waktu yang lama sehingga bisa mengganggu penghuni di lantai bawah. Hal ini dikarenakan membutuhkan pemasangan kayu untuk bekisting dan pengecoran beton.

PELAT METAL

Pelat metal bisa menjadi pilihan Anda karena lebih praktis dan terbuat dari baja ringan. Salah satu contoh produk materialnya adalah Floordeck FD-600 yang terbuat dari baja ringan yang kuat dengan ketebalan 0,75 mm dan lebar 600 mm. Bahkan panjang pelat bisa dipesan sesuai kebutuhan. Namun disarankan panjang maksimalnya adalah 12 meter. Hal ini untuk emudahan pemasangan dan transportasi.

Keunggulan pelat metal ini karena bentuknya bergelombang dan memiliki tonjolan yang miring seperti “rusuk”. Tonjolan ini memberikan sifat monolit (kekuatan yang terintegrasi antara pelat metal dengan beton yang dicor di atasnya). Jadi pelat metal ini memiliki dua fungsi yaitu sebagai bekisting dan tulangan positif satu arah. Artinya, begitu pelat baja dicor dan mengering, maka beton akan menyatu dengan material baja, yang berfungsi juga sebagai tulangan yang kuat.

PRAKTIS DAN HEMAT

Tahukah Anda, dengan menggunakan pelat metal bisa menghemat hingga 1,5 juta rupiah per m²? Karena pemasangan pelat metal tidak banyak membutuhkan tiang bekisting, jika dibandingkan dengan dak beton konvensional. Perbandingannya, dengan pelat metal, jarak antar kayu bekisting hanya 2 meter sedangkan untuk pembuatan dak beton konvensional, jarak normalnya bisa mencapai 60 cm.

Contoh estimasi  biaya untuk membuat dak ukuran 2 x 4 m. Jika menggunakan cara konvensional bisa “menelan” biaya Rp 4.508.000 per m³. Sedangkan dengan menggunakan pelat metal, Anda hanya mengeluarkan biaya Rp 3.015.000,- per m³.

Anda pun bisa menjadikan dak sekaligus sebagai plafon dengan cara mengekspos bagian bawahnya, yang artinya, Anda biarkan tampilan aslinya tanpa perlu Anda melapisinya dengan material lain. Bagian inilah yang menjadi plafon untuk ruangan bawah. Tampilannya yang berupa metal bergelombang membuat kesan unik di ruangan Anda. Inilah sisi praktis dan penghematan yang bisa Anda lakukan.

DAK BETON KONVENSIONAL VS PELAT METAL

PENGERJAAN
PELAT METAL
DAK BETON KONVENSIONAL
Bekisting
Setiap 2 meter sehingga lebih hemat kayu
Setiap 60 cm
Tebal Cor Beton
12 cm
15 cm – 20 cm
Finishing
Bisa diekspos sebagai plafon
Bagian bawah ditutup gypsum untuk plafon

CARA PASANG PELAT METAL

Cara pasangnya pun sederhana. Setelah lembaran baja terpasang pada rangka struktur, Anda bisa melanjutkannya dengan memasang wiremesh di atas pelat metal untuk membuat pelat lantai. Kemudian lanjutkan pengerjaan dengan melakukan pengecoran. Tebal pelat lantai berkisar 12 cm. Hal ini dikarenakan beton mengisi pelat dan rongga, atau gelombang setebal 7 cm ditambah beton cor yang menutupi  wiremesh hingga setebal sekitar 5 cm.

Jika Anda masih bingung untuk penggunaan pelat metal, saat ini sudah ada produsen yang bisa Anda percayai. Produsen ini akan membantu Anda dalam mendesain dan menghitung kebutuhan materialnya secara tepat karena mereka memiliki software khusus.

Image Source from Google

Friday, 9 January 2015

MENGENAL SI BATATON (BATA BETON)

Bagi Anda yang ingin atau sedang membangun rumah pasti sangat menghindari atau meminimalisasi keterlambatan waktu pengerjaan dan biaya yang membengkak. Namun hal ini seringkali ditemui dan terjadi. Salah satu penyebabnya adalah di penggunaan bata merah. Seperti diketahui, bata merah merupakan material utama pembentuk dinding tetapi sayangnya, seringkali tidak tersedia dalam jumlah besar. Bata merah masih banyak dibuat secara tradisional sehingga masih bergantung dengan cuaca. Ditambah lagi, pembuatan secara manual membuat bentuk dan ukuran bata merah tidak presisi. Penyebab bata merah yang tidak selalu tersedia dan ukuran yang tidak presisi yang  yang mengakibatkan waktu untuk membangun dinding jadi molor karena tukang akan lebih lama memasangnya. Akibatnya mempengaruhi biaya pembuatan dinding jadi meningkat. Tidak heran pembuatan dinding jadi lebih mahal.


Namun Anda tidak perlu kuatir, saat ini ada bata lainnya yang bisa menggantikan bata merah. Anda bisa menggunakan bata beton. Bahan dasar utama bata beton yaitu semen dan ditambah dengan beberapa marterial lainnya seperti pasir, air, dan bahan khusus lainnya. Bata beton dibuat dengan beberapa pilihan bentuk dan ukuran. Keunggulan dengan berbagai bentuk ini yang membuat bata beton bisa menyatu dengan sistem sehingga pengerjaan dinding menjadi lebih akurat. Kenapa? Karena ukurannya yang lebih besar dari bata merah akan menghemat waktu dan tenaga pengerjaan. Ditambah lagi, ukurannya yang sudah pasti akan memudahkan dalam menghitung kebutuhannya. Otomatis biaya pembuatan dinding akan lebih murah dari biasanya.

BATA MERAH VS BATA BETON

PENGERJAAN
BATA BETON
BATA MERAH
Kecepatan Pemasangan
15 – 20 m² / 7 jam
10 m² / 7 jam
Finishing
Cukup plesteran tebal 5 mm – 8 mm
Perlu diplester dan diaci
Jalur Instalasi
Tersedia aksesori khusus
Perlu dibuat sendiri

Pada umumnya, bata beton terbagi 3 jenis yaitu:

1.       Bata Beton Interlock

Material ini memiliki rongga. Di kedua sisinya terdapat cekungan dan tonjolan yang ketika disatukan akan saling mengunci. Penguncian seperti ini membuat posisi bata beton tidak bergeser dan mengikat dua arah yaitu secara horizontal dan vertikal sehingga akan lebih tahan terhadap gempa. Bata beton interlock dilengkapi dengan aksesori yang berbeda yaitu half-brick dan U-brick. Dan juga tersedia 2 kolom untuk menambah kekuatan struktur yaitu kolom 20 dan kolom 30. Cara pemasangan yang sama seperti bata merah akan memudahkan tukang dalam melakukannya.

Salah satu perusahaan yang mengeluarkan bata beton jenis ini, dikenal dengan merk Ibrick, memiliki 2 pilihan ukuran yang berbeda yaitu 200 mm x 200 mm x 100 mm dengan berat 6 kg / buah dan 200 mm x 200 mm x 75 mm dengan berat 4,8 kg / buah.

Keunggulan lainnya adalah sebagai insulator suhu dan suara sehingga membuat rumah terasa lebih sejuk. Dan hebatnya, dinding ini bisa tahan api hingga 140 menit jadi sangat bisa membantu jika terjadi kebakaran.


2.   Bata Beton Aerasi


Keunggulan beton ini ada di bobotnya yang ringan karana proses pembuatan dan komposisi material yang dimilikinya, yaitu terdiri dari pasir, silika, semen, kapur bakar, dan alumunium pasta. Pada saat proses pembuatannya terjadi tekanan uap sehingga kapur dan pasir silika pun bereaksi menghasilkan pori-pori yang menyebabkan bobotnya menjadi ringan meskipun bahan dasar utamanya semen. 

Jika dibandingkan dengan bata merah yang memiliki bobot 1.800 kg / m³, bobot bata beton aerasi hanya 650 kg / m³. Material yang ringan sangat cocok untuk rumah bertingkat karena tidak membebani struktur dinding di bawahnya.

Beton ini tersedia dengan 2 ukuran yaitu 600 mm x 200 mm x 100 mm dan 600 mm x 200 mm x 75 mm. Tahukah Anda satu beton ringan ini setara dengan 7 buah bata merah? Itu berarti mempercepat proses pembuatan dinding ruang. Salah satu merek batu ringan yaitu Leibel bisa Anda beli dengan kisaran harga Rp 750.000,- / m³ dan bisa membangun dinding seluas 10 m². Produk ini tahan air, kedap suara dan tahan api karena dibuat dengan menggunakan mesin berteknologi tinggi dan melalui proses aerasi dan autoclave.

3.      Bata Beton Berongga

Bata ini diproduksi dengan satu rangkaian sistem sehingga memudahkan orang yang menggunakannya. Salah satu contoh merek produk yang dikenal adalah bataton. Bataton terdiri dari beberapa bentuk seperti profil “H” untuk badan dinding, profil “U” untuk balok pengikat pondasi, bentuk “H setengah” lebih digunakan sebagai tambahan. Produk ini juga dilengkapi kusen pintu dan jendela, yang juga terbuat dari bata beton.

Bataton dicetak dengan 2 ukuran yaitu 29 cm x 14 cm x 14 cm dan 29 cm x 14 cm x 10 cm, dilengkapi dengan ukuran setengah dari kedua ukuran tersebut. Rongga dibagian tengahnya bisa digunakan untuk menempatkan kabel listrik dan jalur pipa kabel sehingga Anda tidak perlu membuatkan jalur khusus lagi.

Kalau Anda mengalami kesulitan dalam menggunakan bata beton ini, Anda bisa menghubungi tenaga ahli yang bisa memberikan saran dan perhitungan yang tepat. Salah satunya, Anda bisa menghubungi Solusi Rumah dari PT Holcim Indonesia. Namun untuk pengerjaannya, tukang biasa pun bisa mengerjakannya.

Rongga ini pun berperan sebagai isolator panas sehingga dapat menangkap rambatan radiasi panas pada dinding apabila dinding terkena sinar matahari. Rongga ini membuat hantaran panasnya menjadi lebih rendah, yang artinya transfer panas dari luar menjadi lebih lambat. Dan jika Anda menggunakan AC, sejuknya suhu AC tidak mudah terserap keluar melalui dinding sehingga kenyamanannya tetap terjaga.

Bata ini bisa membuat pengeluaran Anda hemat hingga sekitar 30% dibandingkan dengan bata konvensional. Karena bata beton ini tidak perlu menggunakan bekisting untuk menahan dinding ketika baru dibuat sehingga menghemat penggunaan kayu. Tidak hanya pengeluaran Anda menjadi lebih hemat, proses pengerjaannya pun jadi lebih cepat.

Bagaimana? Siap meninggalkan bata merah? :)

Image Source from Google