Pages

Thursday, 8 January 2015

KAMUS BANGUNAN


Sering dengar istilah-istilah di toko bangunan? Kontraktor Anda menyebutkan kalimat tapi Anda tidak ngerti dengan maksudnya? Sepertinya Anda perlu mengetahuinya. Berikut istilah bangunan yang perlu Anda ketahui. Jadi sekarang Anda tak perlu bingung lagi :)


Waterpas
Alat pengukur untuk mengukur seberapa rata permukaan
The Grout
Bahan pengisi nat
Steptile
Keramik untuk tangga yang memiliki tekstur kasar di bagian pinggir
Portland Cement (PC)
Semen abu-abu
Nat
Celah antar keramik yang diisi oleh material perekat
Hend Held Micro Cutter
Sejenis gerinda
Grout Float
Alat untuk meratakan nat
Drainase
Saluran pembuangan
Ceramic Cutter
Pemotong ubin keramik, menggunakan tenaga listrik
Waterproofing
Pengendapan terhadap air
Tile Spacer
Pengukur jarak nat keramik
Square
Pola pemasangan keramik kotak demi kotak secara teratur
Spare
Cadangan
Open Joint
Nat yang dibuat dalam ukuran besar
List Botder
Garis pembatas
Heavy Duty
Berkaitan dengan beban yang berat
Expansion Joint
Pemberian jarak keramik pada saat pemasangan
Close Joint
Nat yang dibuat rapat, kurang dari 3 mm
Building Block
Pola pemasangan keramik seperti batu bata
Ridge
Sistem pemasangan bubungan untuk pengganti semen
Cerment Free
Pemasangan nok tanpa menggunakan semen pada bubungan
Figaroll
Aksesoris yang diletakkan setelah pemasangan ridge tree dan ridge beam dengan posisi berada di bawah nok
Bekisting
Cetakan sementara yang berguna untuk membentuk dan menahan beton ketika dicor. Bekisting terdiri dari papan yang dibentuk sesuai bentuk beton dan tiang-tiang penyangga. Setelah beton mengeras, bekisting akan dilepas. Bekisting dapat terbuat dari kayu atau besi
Image Source from Google

Wednesday, 7 January 2015

MENGENAL SANG “KERATON” (KERAMIK BETON)

Banyak dari Anda yang belum mengenal keramik beton tetapi tahukah Anda bahwa keramik beton ini bukan material baru? Keramik dengan komposit beton ini ditemukan 100 tahun yang lalu oleh bangsa Eropa. Material ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan dak beton konvensional.


Bahan bakunya juga menggunakan tanah liat dengan warna merah bata, dicetak dan dibakar dengan standar tertentu. Salah satu brand yang mengeluarkan ceradeck, memberitahukan bahwa material ini dibuat dengan system deaerated extruder (hampa udara) dan dibakar dengan suhu 1.100° C. Tujuannya untuk mendapatkan kepadatan sempurna sehingga menghasilkan keramik beton yang keras. Pada umumnya modul keraton berukuran sekitar 20 cm x 25 cm x 10 cm.

Dak Beton VS Keraton

Perbedaan
Dak Beton
Keraton
Bobot
280 kg / m²
130 – 150 kg / m²
Tebal cor beton
10 – 12 cm
2 – 3 cm
Lama pengeringan cor
28 hari
7 hari
Tenaga Kerja
10 orang
4 – 5 orang
Harga
Rp 850.000,- / m²
Rp 600.000,- / m²

Keunggulan Sang Keraton

Sang keraton memiliki ciri khas dan juga memiliki keunggulan yaitu rongga berbentuk khas. Ilmuwan Jerman dan Belanda menciptakan keunggulan ini dan ciri khas ini tidak dimiliki oleh material lainnya. Apa saja keunggulannya?

1.  Rongga berfungsi sebagai insulator di dalam ruangan, yang berfungsi meredam panas dan memastikan suhu di dalam ruangan tetap sejuk. Maka dari itu, material keramik ini sangat sesuai digunakan di negara tropis seperti Indonesia.

2.  Rongga bisa memberikan tanda ketika terjadi kerusakan pada dak keraton sehingga penghuni masih sempat melakukan antisipasi. Tanda yang diberikan mengeluarkan suara “krak” pada rongga di bagian tengah saat patah. Tanda yang sama seperti yang terjadi pada material bambu. Namun Anda tak perlu ragu menggunakannya. Keramik beton tidak mudah patah. Keraton 10 cm dengan  bentang 4 m bisa menopang beban hingga 300 kg / m². Hampir 2x lipat dari syarat minimum kekuatan bangunan rumah yaitu 175 kg / m². Dari kekuatan ini bisa dipastikan keramik beton memiliki daya tahan yang tinggi terhadap beban.

3.  Meskipun keraton bisa menanggung beban sebesar itu tetapi material ini tidak berat. Rongga membuat keraton 40% lebih ringan dibandingkan dak beton. Berat keraton 130 – 150 kg / m² sedangkan berat dak beton 280 kg / m². Rongga ini mengurangi beban pada struktur sehingga memperkecil gaya gempa yang diterima struktur bangunan. Jadi jika terjadi gempa dengan kekuatan tinggi, dak keraton tidak runtuh dalam bentuk lempengan besar tetapi jadi partikel kecil sehingga bisa meminimalisasi bahaya yang kemungkinan terjadi.

Efektif dan Efisien

Ketika digunakan, keramik beton disusun pada bidang rata sesuai panjang bentang dak dan beri jarak antar kolom dengan maksimal 4 m. Setelah disusun berbaris, keraton dicor pada kanal yang tersedia. Kemudian dikeringkan dengan waktu kurang-lebih 6 hari. Asyiknya, penyusunannya bisa dibuat secara parsial tidak bergantung pada tempat, waktu, dan cuaca. Jadi tidak mengganggu lingkungan rumah.

Enaknya keramik beton juga menghemat pemakaian besi lebih dari 40%. Dan pada saat pemasangan, keraton tidak butuh bekisting (perancah). Tentu saja hal ini membuat biaya mengedak lebih murah dan proses renovasi di lantai bawah bisa dilakukan secara bersamaan. Besi yang dibutuhkan dalam proses aplikasinya hanya tulangan besi yang dimasukkan ke dalam rongga keraton dengan jumlah sekitar 3 sampai 4 batang. Bahkan produk ceradeck hanya butuh 3 batang, jadi lebih hemat.

Tidak hanya efektif dan efisien, keraton pun memiliki nilai estetika tersendiri, terutama untuk rumah dengan gaya rastik. Anda bisa memadunya dengan material unfinished. Dengan konsep rumah yang cocok, mengekspos dak keraton dapat mengurangi biaya pemasangan plafon.

Keramik beton tidak membutuhkan waktu lama untuk pemasangan di lapangan. Modul yang sudah dikeringkan dan disusun dengan posisi telentang selebar area dak dan dicor (topping). Tebal cor bergantung pada jenis dak, yaitu 2 cm untuk dak lantai dan 3 cm untuk dak atap. Pastikan Anda menggunakan tenaga ahli yang sudah terlatih mengaplikasikan keraton supaya hasilnya maksimal dan terhindar dari masalah. Selamat mencoba!

Image Source from Google

Monday, 5 January 2015

BATA BERBUSA TAPI ADA TULANGNYA?!

Anda tidak salah membaca judulnya :) Anda jangan membayangkan busa sabun, karena busa yang terdapat di dalam bata ini terbuat dari busa padat. Busa padat ini sejenis styrofoam dan diperkuat dengan rangka besi galvanis antikarat sehingga dikenal sebagai bata bertulang.


Selama ini orang lebih mengenal panel dinding dan lantai menggunakan cor beton atau batu bata. Namun saat ini Anda bisa menggunakan bata bertulang sebagai alternatif lainnya, yang menggantikan material konvensional. Kemudahannya karena bentuk yang menyerupai panel dinding, material ini cepat diaplikasikan sehingga menghemat waktu pengerjaan. Apalagi bagi Anda yang sedang melakukan renovasi pasti akan lebih nyaman karena pemasangannya tidak mengganggu lingkungan di sekitar rumah Anda.

Kehebatan Sang Busa

Kepadatan superfoam dari bata bertulang ini mencapai 15 kg / mᶟ. 3 kali lipat kepadatan yang dimiliki styrofoam. Kepadatan ini pula yang memiliki kandungan yang kokoh. Golongan busa ini masuk ke dalam golongan F yang artinya tidak merambatkan api atau fire retardant. Sehingga jika busa ini terbakar, api akan segera padam.

Besi galvanis ini membungkus busa di dalamnya. Besi ini berdiameter 2,5 – 3,5 mm dengan pemasangan mengelilingi busa dan memiliki fungsi untuk menahan daya tekanan dari luar. Daya tahan tekanannya melebihi besi baja biasa. Posisi pemasangan di dalam busa juga dibuat saling mengait dengan tujuan agar lebih kuat. Total besi yang terpasang untuk mengaitkan busa pada beton bertulang ini adalah 82 buah / m².

Tidak hanya itu saja. Selain memiliki sifat isolator (penahan panas), busanya juga mampu menjaga kestabilan suhu di dalam ruangan. Sehingga sangat cocok untuk material dinding struktur yang berbatasan dengan area eksterior. Secara jangka panjang, bata bertulang juga dapat mengurangi konsumsi daya pendingin ruangan sehingga lebih hemat energi.

Bahkan ada keunggulan lainnya yang dimiliki oleh salah satu merk. Produk ini tidak hanya ringan dan kuat, namun juga bisa mengurangi rambatan suara setiap antar ruangan. Hal ini dikarenakan superfoam memiliki sifat yang sama seperti styrofoam.


Mengenal Penggunaan Si Bata Bertulang

Material ini bisa digunakan untuk dinding berstruktur dan dinding pengisi atau dikenal dengan istilah partisi. Fungsi yang membedakannya hanya dipengaruhi oleh ketebalan beton yang digunakan. Dinding struktur cenderung berfungsi untuk menahan beban sehingga lapisan beton yang digunakan memiliki ketebalan 3 – 3,5 cm di setiap sisinya. Dan untuk dinding pengisi, lapisan beton cukup dengan tebal 2,5 cm untuk setiap sisi karena partisi digunakan tidak untuk menahan beban.

Setelah panelnya terpasang, Anda jangan lupa untuk menyemprotkannya dengan adukan beton. Anda bisa menggunakan spray gun untuk menyemprotnya. Struktur beton, busa dan besi yang saling berkaitan membentuk satu kesatuan panel yang sangat kuat dan juga saling mengikat. Sehingga tidak mudah ambruk ketika terjadi bencana gempa ataupun badai.

Asyiknya, bata bertulang ini memiliki berbagai ukuran yang bisa Anda pilih jadi meskipun ukuran panel sudah terpabrikasi masih bisa disesuaikan dengan ketinggian dinding. Ada 3 ukuran yang tersedia yaitu: 
a. 1,22 m x 2,5 m
b. 1,22 m x 3 m
c. 1,22 m x 4 m
Dan ketebalannya pun bisa Anda pilih yaitu antara 4 cm sampai 24 cm.

Bahkan Anda pun bisa memesannya secara khusus. Pilihannya seperti single panel, double panel, floor panel, stair panel, landing panel dan special panel. Special panel ini pun bisa dipesan dengan berbagai bentuk seperti bentuk melengkung ataupun bentuk panel yang berukuran besar.

PERBEDAAN
BATU BATA
BATA BERTULANG
Bobot
360 kg / m²
120 – 160 kg / m²
Tebal
7 – 11 cm
4 – 24 cm
Tebal Acian
2 cm x 2 cm
2 cm x 2,5 cm
Tenaga Kerja
10 orang
4 – 5 orang
Perkiraan Harga
Rp 50.000 / m²
Rp 220.000 – Rp 450.000 / m²

Memang dari segi harga, bata bertulang lebih mahal daripada batu bata. Namun hal ini dikarenakan keunggulannya yang tidak ada di batu bata biasa, seperti lebih ringan, bersih, hemat tenaga dan waktu karena mudah diaplikasikan. Jadikan bata bertulang ini sebagai material alternatif Anda.

Image Source from Google

Sunday, 4 January 2015

CARA SEDERHANA MENCEGAH TERKENA RACUN PEMBERSIH RUMAH

Seperti yang telah dibahas di artikel sebelumnya mengenai kandungan kimia berbahaya di pembersih rumah, kini kami akan memberikan cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terkena racun dari bahan kimia yang berada di dalamnya.

  1. Jangan mencampur beberapa produk pembersih. Kandungan kimia yang berada dalam produk pembersih bisa saja menimbulkan reaksi kimia yang tidak ketahui. Meskipun setiap produk yang ada saat ini pasti sudah melalui proses seleksi dari badan kesehatan pemerintah namun Anda harus tetap waspada karena bisa saja zat tercampur menjadi berbahaya ketika terhirup atau tersentuh.

2.   Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan rumah dengan produk pembersih apalagi jika produk yang Anda pakai memiliki kandungan kimia yang sangat kuat seperti karbol, soda api, dan lain-lain. Tindakan ini bisa mencegah dari kontak langsung dengan kimia dan juga bisa meminimalisir efeknya.

3.   Ganti dengan bahan alami atau bahan organik termasuk juga dengan cara konvesional, seperti wangi pembersih lantai diganti dengan bunga segar yang ditaruh di mangkuk. Bagi Anda ini terlihat repot tetapi tindakan ini lebih aman khususnya untuk ibu hamil dan anak-anak.

4.  Perhatikan area yang sering digunakan anak-anak. Anak-anak memiliki kebiasaan memasukkan apapun ke mulutnya sehingga rentan terkena racun. Disarankan untuk area-area seperti ini menggunakan produk pembersih organic sehingga ruangan aman untuk tempat bermain dan belajar anak.

5.   Ketika membersihkan rumah dengan produk pembersih, pastikan ada sirkulasi udara yang mengalir. Buka jendela dan pintu saat mengepel lantai dan membersihkan kamar mandi. Mencuci dan menjemur pakaian di area terbuka. Begitu juga ketika Anda mengelap perabotan rumah. Ketika Anda mengerjakannya di ruang tertutup, kimia yang ada di produk lebih mudah terhirup dan terkontaminasi tubuh dari dalam.

Tindakan bijaksana dalam menggunakannya akan membuat keluarga Anda lebih sehat dan terhindar dari kontaminasi racun kimia.

Image Source from Google

Friday, 2 January 2015

PEMBERSIH RUMAH BISA MENIMBULKAN LEDAKAN!!

Produk pembersih rumah menjadi salah satu kebutuhan rumah tangga di perkotaan saat ini. Produk yang mudah digunakan dan efektif seperti ini merupakan kesukaan konsumen. Setiap Anda pasti tahu bahwa produk permbersih memiliki kandungan kimia namun tidak banyak yang menyadari efeknya. Dari efek yang ringan seperti mual, pusing, gatal, batuk, sampai yang berat seperti iritasi, luka bakar, asma, kanker dan bahkan kematian serta kebutaan.

Anda perlu mencari tahu efek berbahaya dari setiap kandungan kimia yang terlampir di belakang produk supaya Anda bisa lebih waspada. Reaksi racun yang sangat membahayakan, contohnya seperti campuran ammonia dan klorin yang bisa menimbulkan zat beracun yang sangat mudah meledak. Kami bagikan 4 diantaranya:

1.       Fosfat / Phosphate

Zat ini ada di detergen, pembersih serba guna, pencuci piring, dan pembersih kamar mandi. Namun banyak yang tidak mengetahui kalau zat ini juga terdapat pada racun tikus dan efek ini bisa mematikan pada tubuh. Terkontaminasi fosfat dapat menyebabkan kram perut, iritasi kulit, dan kerusakan organ dalam dan bahkan kematian.

2.       Larutan Alkali

Larutan ini bisa Anda temui di soda api, pembersih toilet, pembersih oven, dan sabun mandi. Alkali sangat efektif menghancurkan kotoran dan lemak. Ketika tubuh Anda terus menerus terkena alkali akan bisa menyebabkan pembakaran pada saluran pernapasan, iritasi kulit akut, kerusakan organ, hingga kematian.

3.       Amonia

Zat ini biasanya terkandung pada produk untuk membersihkan porselen, pembersih kaca dan pembersih serba guna. Pada umumnya zat ini berwujud gas tanpa warna dan memiliki bau yang menyengat. Efek kontaminasinya bisa mengakibatkan iritasi saluran pernapasan, kebutaan, iritasi kulit akut, kerusakaan paru-paru, hingga kematian.

4.       Klorin / Hipoklorit

Klorin ada pada produk pemutih pakaian, pembersih serba guna, pembersih kolam renang, dan pembersih kamar mandi. Klorin atau yang sering dikenal dengan nama kaporit memiliki bau yang tajam dan memiliki fungsi untuk membunuh kuman. Jika Anda terpapar dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi kulit, kerusakan lapisan kolagen, dan ederma paru-paru (peningkatan cairan di paru-paru) hingga kematian.

Dengan Anda mengetahui efek dari setiap zat kimia yang terkandung dalam produk yang Anda gunakan akan membuat Anda dan keluarga menjadi lebih waspada.

Image Source from Google